Tak heran lagi jika pertama kali kita mendengar kata “Magang”, tentu yang ada di benak kita adalah kerja di perkantoran, toko, ataupun pabrik dengan berbagai tugas yang ditentukan dan khusus untuk anak SMK. Apa iya seorang anak yang masih duduk di kelas 6 SD akan melakukan kegiatan magang demikian?

Sekolah Alam Tangerang Mekar Bakti menerapkan magang ala AB Home dan KulWAp yang dibuat secara terstruktur oleh ibu Diena Syarifa. Dalam metodenya, magang yang terstruktur merupakan magang yang disusun sesuai usia dari usia anak-anak sampai usia dewasa dengan target dan metode yang disesuaikan dengan tahapan usia. Magang yang terstruktur ini telah dipraktekkan dan teruji sejak 2008 baik secara individual, di rumah maupun secara klasikal di sekolah dari tingkat SD sampai SMA. Untuk tingkat Universitas, anak-anak yang memiliki pengalaman magang sejak dini memiliki mindset yang berbeda dalam melihat peluang untuk menyiapkan karirnya.

Lalu apa maksud dan tujuan dari magang ala SAT MerBak ini ya…, lebih tepatnya magang yang akan kita bahas adalah magang level 1 untuk SD kelas 6 dan kekinian yang terstruktur sebagai media menajamkan potensi anak dengan target anak memiliki adab sopan santun, tanggung jawab, inisiatif dan disiplin dalam melaksanakan tugasnya.

Pada tanggal 14-18 Oktober 2019, kakak kelas 6 SD mendapatkan tugas untuk melaksanakan magang di beberapa tempat yang sudah ditentukan oleh guru wali kelasnya. Mereka dibagi menjadi 3 kelompok yang dialokasikan di Ranaa Salon, rumah makan Bakso Kesmas, dan Toko perlengkapan olahraga. Dalam tugasnya, mereka harus melaksanakan tugas layaknya seorang pemilik toko dimana mereka harus ramah pada pembeli, disiplin untuk tepat waktu, inisiatif, dan bertanggung jawab.

Sedikit kesan dan pesan dari mereka, “Bahwa kerja itu tak mudah; butuh kesabaran, ketekunan dan tanggung jawab dalam melaksanakannya. Oleh karena itu, hargai kerja keras ayah dan ibumu dengan membanggakannya.”

Sekolah Alam Tangerang Mekar Bakti mengembangkan metode belajar dan konsultasi dalam hal pelayanan siswa berkebutuhan khusus dengan mendirikan “Studio Juara”. 

Pada dasarnya siswa berkebutuhan khusus merupakan penghuni Surga yang memiliki fitrah (potensi) dengan keunikan yang beragam dan kekhususan yang relevan, dari perbedaan cara belajar, membutuhkan instruksi yang berbeda dengan siswa pada umumnya, dan lain sebagainya. Ke khususan mereka dapat mencakup bidang sensori, fisik, kognitif, emosi, kemampuan komunikasi atau kombinasinya. Ke khususan bias sangat berbeda dalam penyebab, tingkat ke parahan, dampak bagi kemajuan pendidikan, dan dampak yang berbeda demikian bias tergantung dari usia siswa, jenis kelamin, dan lingkungan hidupnya.

Di sekolah ini, kami menerapkan metode pendekatan inklusi dimana siswa berkebutuhan khusus akan didampingi oleh seorang guru pendamping khusus, namun tetap berinteraksi dengan siswa lainnya di dalam kelas reguler. Kami juga memberikan program “Studio Juara” yang berkesinambungan dan terpadu dalam mengembangkan kemampuan siswa berkebutuhan khusus sehingga menjadi individu yang mandiri. Studio Juara yang biasa disingkat dengan “SuJu” ini, juga memiliki pendekatan metode belajar dengan cara Program IEP (Individual Education Program)yang merupakan program pengajaran individual di mana siswa dapat mengerjakan dengan tepat tugas-tugas dengan waktu yang cukup dan kondisi yang termotivasi (Mercer & Mercer dalam Mangunsong, 2009). Program ini memberikan kesempatan pada siswa untuk belajar sesuai kebutuhan, kemampuan, kecepatan, dan caranya sendiri, juga agar siswa dapat belajar secara optimal serta bias mencapai tingkat penguasaan bahan pelajaran yang dipelajarinya. IEP lebih menekankan pada pentingnya perhatian, bantuan, dan perilaku khusus kepada siswa secara individual yang berbeda minat dan kebutuhan serta kecepatan belajarnya, apalagi bagi anak dengan kondisi yang sangat bervariasi.

Bagi orang tua siswa yang merasa membutuhkan konsultasi dalam permasalahan anaknya, dapat menggunakan jadwal konsultasi dengan psikolog kami ibuLaila Sari, S.Psi, M.Pd.“Apapun kondisi anak-anak kita Allah telah menitipkan amanah-Nya. Terimalah anak-anak itu dengan ikhlas Ridhoilah bagaimanapun keberadaannya. Semoga anak-anak hebat ini menjadi asbab bagi orangtuanya peroleh keberkahan dan menuju Syurga-Nya. Semangat para Ayah Bunda, kalian orangtua hebat, mari terlibat.” Ilaeducation.

Back to top