Sekolah alam tangerang, merupakan sekolah yang sangat memperhatikan tahap tahap perkembangan siswa didiknya. Itulah sebabnya, meskipun dengan jumlah siswa yang lumayan banyak, para guru disini harus mampu memahami psikologis perkembangan anak, mulai dari Standar tingkat Perkembangan anak, maupun ilmu-ilmu lain yang berhubungan dengan psikologi. Salah satu kegiatan yang dilakukan di sekolah alam tangerang Mekar bakti adalah, Jurnal Pagi. Pada kegiatan ini anak akan diberikan kertas  yang akan digunakan anak anak untuk kegiatan menulis, kegiatan ini diberikan mulai dari kelompok bermain , di semester 2.

 Kegiatan Jurnal ini bertujuan, antara lain untuk :

 1. Regulasi emosi. Adakalanya anak menunjukkan mood yang kurang baik ketika masuk sekolah. Memberikann kesempatan kepada anak untuk mencurahkan isi hati anak tersebut, salah satunya adalah dengan kegiatan jurnal

 2. Mengetahui perkembangan motorik halus anak. Para guru dengan spontan bisa mengetahui sudah sampai mana pekembangan motorik halusnya, anak yang sudah baik memegang pinsil ( dengan jari, jempol, telunjuk dan jari tengah), maka motorik halusnya sudah pasti baik.

 3. Mengetahui perkembangan linguistik anak. Anak akan diajak untuk menceritakan apa yang dia gambar atau apa yang dia buat dalam jurnalnya, menamai yang yang dia buat, sampai pada akhirnya anak bisa mencertikan kisah utuh yang dia buat dalam kegiatan jurnal tesebut.

 Pengertian Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini (PAUD) adalah salah satu aspek dari tahapan perkembangan anak yang diekspresikan melalui pemikiran anak dengan menggunakan kata-kata yang menandai meningkatnya kemampuan dan kreativitas anak sesuai dengan tahap perkembangannya.

 Berikut 4 tahapan perkembangan menulis pada anak usia dini (PAUD):

1. Tahap mencoret atau membuat goresan

 Masuk pada tahapan ini, kita sebagai orang tua harus sabar-sabar memperilakukan ananda. Karena kecenderungan suka mencoret dengan apa saja yang mereka pegang dan menimbulkan bekas. Medianya bisa jadi tembok rumah, kursi, lemari, meja tamu, pintu, hingga lantai. Masuk tahap ini ananda suka membuat coretan tanda apa saja, biasanya garis menyambung tanpa pola. Hal ini berarti ananda mulai belajar mengenal bahasa tulisan. Sebagai orang tua jika ananda masuk tahapan ini seharusnya tidak melarangnya, namun memfasilitasi ananda dengan kertas atau apa saja yang dianggapnya dapat ditulis. Orang tua dan guru pada tahap mencoret dapat menjadi model dan menyediakan bahan untuk menulis seperti cat, buku, kertas dan krayon. Sekolah Alam Tangerang , sebagai sekolah yang menggunakan alam sebagai salah satu sumber belajar, maka kegiatan menulis tahapan ini bisa menggunakan media yg sudah ada, seperti menulis di atas pasir, menulis dengan menggunakan media tepung. Kegiatan menulis di pasir ini menjadi kegiatan yang menyenangkann, karena bisa di kaitkan dengan imajinasi anak. Guru bisa mencontohkan kegiatan ini dengan membuat coretan gambar mainan yg anak anak imajinasikan.

 2. Tahap pengulangan secara linear

 Perkembangan tahapan menulis selanjutnya adalah tahap pengulangan secara linear. Biasanya pada tahapan ini anada sudah bisa membuat garis dengan bentuk tertentu (bulatan, garis melengkung) yang ditulis berulang dalam barisan horizontal (linear). Tulisan yang dihasilkan ananda seperti membuat gambar rumput. Orangtua dan guru memberi kegiatan yang berkaitan dengan tulisan, misalnya bermain peran di restoran, dimana seorang pramusaji menuliskan menu yang akan dipesan oleh pelanggan, atau seorang dokter yang akan menulis resep obat. Kegiatan tersebut akan membantu ananda untuk menyenangi menulis. Biasanya anak akan ingat kata apa saja yang ditulis walaupun bentuk tulisannya seperti rumput.

 3. Tahap Menulis secara random

 Memasuki tahapan menulis selanjutnya, ananda sudah bisa belajar tentang berbagai bentuk huruf yang mereka pahami  sebagai suatu tulisan meskipun yang  muncul sebagai huruf dalam urutan yang masih acak. Di tahap ini orangtua dan guru dapat memberi kegiatan berupa menggambar sesuatu yang dibayangkan ananda lalu anada disuruh menceritakan gambar yang dibuatnya dalam bentu tulisan yang mereka sudah kenal.Kegiatan ini membantu anak untuk menuangkan ide pada gambar menjadi tulisan walaupun kata yang muncul tidak utuh (hurufnya acak), contoh: anak ingin menulis kata ” aku pergi ke taman safari” tetapi yang muncul ”aku pgi k tmn sfri”. Tahap ini pada umumnya muncul pada saat menjurnal di anak anak kelompok A, anak anak membuat gambar gambar yang memiliki arti, kemudian dengan bantuan guru untuk menuliskan nama nama yg di maksud. Anak anak yang memiliki imajinasi tinggi, di tahap ini, anak anak sudah bisa merangkaikan cerita, guru bisa menstimulus cerita mereka dengan metode 5W+ H.

 4. Tahap menulis tulisan nama

 Selanjutnya ananda mulai menggabungkan hubungan antara tulisan dan bunyi. Permulaan tahap ini sering digambarkan sebagai menulis tulisan nama karena anak-anak menulis tulisan nama dan bunyi secara bersamaan. Sebagai contoh, anak menulis kata “dua” dengan “duwa”, “pergi” dengan “pegi”, “sekolah” dengan “skola”. Pada tahap ini anak menulis sesuai dengan apa yang ia dengar.

 Demikianlah tahapan-tahapan untuk menulis, yang bisa dijadikan panduan bagi para orangtua untuk ananda. Semoga kelas yang kecil ini akan lahir tulisan-tulisan bermutu dari para alumni sekolah Alam Tangerang . Anak – anak yang cinta ILMU…….

 Penasaran dengan tulisan selanjutnya dari Sekolah Alam Tangerang   tentang tahapan mengenal angka dan berhitung, sabar ya…

Back to top